Vertical Farming, Mau tanam sayuran di dalam ruangan ?

Kenapa tidak, ini yang mesti kalian ketahui mengenai pemilihan lampu untuk pertumbuhan tanaman, Lampu, LED untuk Vertical Farming, Indoor Growing Hidroponik

Lumen dan Lux

Kebanyakan pemula indoor growing mencari informasi mengenai cahaya dalam ukuran Lumen dan Lux (tidak menginformasikan kebutuhan untuk tanaman) dan Spectrum, PAR, Photon, micromoles (ini sangat membantu kebutuhan untuk tanaman).

Lumens

Lumens mengukur intensitas cahaya. Satu lumen sama dengan satu lilin. Ini sangat sederhana.

Sayangnya, lumens hanya berhubungan dengan sensitivitas mata manusia – lumens tidak memberi tahu apa pun tentang lampu yang di butuhkan untuk pertumbuhan tanaman.

Lumens bagus untuk memberi tahu  seberapa baik lampu membiarkan mata  melihat dalam gelap, dan hanya itu.

Ingat: Lumens untuk manusia, PAR untuk tanaman.

Lux

Lux memberi tahu kita berapa banyak lumen jatuh pada setiap meter persegi permukaan tanam. Jadi, missal penerangan 50.000 lux adalah 50.000 lumens yang mengena atau jatuh pada setiap meter persegi

Pengukuran Lux memberi tahu seberapa kuat lampu yang kita perlukan, ini akan membantu untuk menetapkan seberapa jauh untuk memasang lampu dari tanaman (jarak pemasangan ketinggian lampu dari permukaan tanaman)

Namun, lux masih tidak akan memberi tahu Anda seberapa berguna cahaya tumbuh bagi tanaman Anda.

jarak lampu terlalu tinggi:

  • Cahaya melebar dan cahaya banyak hilang ke dinding
  • Intensitas cahaya menjadi rendah, karena cahaya banyak yang melebar

Jarak lampu terlalu rendah

  • Cahaya terlalu sempit, tidak bisa menutupi permukaan seluruh tanaman
  • Intensitas cahaya terlalu tinggi untuk yang diperlukan tanaman,
  • Menyebabkan suhu di sekitar tanaman menjadi naik.
 

Spektrum

Pernah melihat pelangi ?. Jelas terlihat bahwa sinar matahari terdiri dari berbagai warna – alias panjang gelombang. Panjang gelombang cahaya diukur dalam nanometer (nm).

Manusia peka terhadap panjang gelombang 500nm – 600nm.  

Tanaman peka terhadap panjang gelombang 400nm – 700nm (area PAR)

Gambar 1. Pengukuran Spektrum Sinar Matahari (Nop, 2019)

Gambar 2. Pengukuran Spektrum LED untuk indoor farming micro green, lettuce (Feb, 2020)

Gambar 3. Pengukuran Spektrum LED untuk indoor farming lettuce (Okt, 2019)

PAR (400nm – 700nm)

Tanaman sensitif terhadap panjang gelombang 400nm – 700nm.

Panjang gelombang cahaya ini sering digambarkan sebagai area PAR (Photosynthetically Active Radiation)

Secara khusus, tanaman merespons dengan baik terhadap:

Cahaya biru (sekitar 400nm-460nm) Mendorong pertumbuhan vegetatif, pertumbuhan akar yang kuat, dan fotosintesis yang intens.

Cahay merah (sekitar 580nm-700nm) Penting untuk fotosintesis, pertumbuhan batang, berbunga, produksi buah, dan produksi klorofil.

Photons dan Micromoles

Saran saya Jangan menggunakan lumens dan lux untuk indoor growing, sebaiknya tahu banyak tentang  jumlah foton dan mikromol di area PAR.

Jangan bingung ?

Apa yang perlu diketahui tentang Photon

Foton adalah partikel cahaya. Ada dua jenis foton:

Photon biru: memiliki panjang gelombang pendek

Photon merah: memiliki panjang gelombang yang panjang

Diperlukan 8 – 10 Photon untuk mengikat 1 molekul CO2 untuk fotosintesis.

Ingat, cahaya merah menghasilkan lebih banyak photon daripada cahaya biru. Ini berarti lebih baik untuk fotosintesis.

Micromoles (µmol)

Photon dihitung dalam mikromol (µmol). Satu µmol adalah 602 quadrillion photons

Ingat, setiap photon adalah partikel cahaya dari rentang PAR. Ini berarti (plant usable) cahaya yang bisa digunakan untuk menanam.

Saya mencatatnya begini, kita harus tahu bahwa dengan mikromol (µmol) dan photon, hanya photon dari rentang PAR yang dihitung.

Photon dari panjang gelombang lebih rendah dari 400nm (misalnya UV-A & UV-B), dan lebih tinggi dari 700nm (misalnya infrared & far red) tidak dihitung.

Tapi ingat, panjang gelombang di luar kisaran PAR telah terbukti memainkan peran kunci dalam kesehatan tanaman.

Mengukur photon dan Micromoles (µmol)

Anda dapat menghitung jumlah photon dengan alat ukur seperti kuantum dll. Alat ini akan memberi informasi berapa banyak photon yang dipancarkan dari lampu per detik. Ini dikenal sebagai photosynthetic photon flux (PPF) dan diukur dalam mikromol (µmol/s)

Catatan pentingnya adalah, dalam menentukan cahaya lampu (LED, grow light) untuk tanaman indoor growing atau vertical farms hydroponics, antara lain :

  1. Spektrum LED, ada perberbeda spectrum untuk sayuran daun, sayuran buah, herbs dan buah.
  2. Lux, untuk membantu seberapa jauh dekat antara LED dengan permukaan tanaman
  3. Micromoles (µmol), membantu jumlah photon untuk kebutuhan tanaman dalam PPF (photosynthetic photon flux (PPF), sehingga kita bisa menentukan berapa lama (jam/hari) LED harus ON untuk menyinari tanaman.
  4. Watt dan Voltase, membantu menghitung kebutuhan listrik agar efesien dan konsisten.

Sumber : edi sugiyanto (commercial hydroponics grower)

#verticalindoorfarming

#verticalfarmingIndonesia

Share Button

2 Responses to Vertical Farming, Mau tanam sayuran di dalam ruangan ?

  1. Calvin Tan says:

    Dear CEO

    Allow me to introduce myself.

    I am from Smart Cities Network in Singapore . We are planning to organise an International panel of hydroponics / aquaponics experts in our Round Table Discussion. We like to build a community of smart agriculture in hydroponics / aquaponics. Your expertise and experience would be useful for international sharing and learning , for more growth and opportunities.

    Would you be keen to join our panel from Indonesia? If not, do you know anyone in Indonesia that you can link me. I am most happy to be in contact with them.

    Thank you so much

    Look forward to your response

    Best regards

    Calvin Tan
    Smart Cities Network

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *