{"id":125,"date":"2016-02-05T03:09:50","date_gmt":"2016-02-04T20:09:50","guid":{"rendered":"http:\/\/www.hidroponik.net\/?p=125"},"modified":"2016-09-22T13:05:21","modified_gmt":"2016-09-22T06:05:21","slug":"tanaman_hidroponik_lettuce","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/2016\/02\/05\/tanaman_hidroponik_lettuce\/","title":{"rendered":"Managemen Zone akar Tanaman Hidroponik"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Lettuce Hidroponik (pentingnya suhu dan oksigen di zone akar)\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/hnALoBX2A4s?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Mempertahankan suhu optimum, oksigen dan tingkat mikroba yang menguntungkan merupakan bagian integral budiadaya tanaman hidroponik.<\/p>\n<p>Pentingnya memberikan tingkat kepekatan nutrisi (EC) dan tingkat pH dalam system hidroponik, tetapi jangan mengabaikan menjaga tingkat suhu optimum, kebutuhan oksigen dan mikroba dalam larutan nutrisi. Karena pentingnya kebutuhan tersebut maka, suhu, tingkat oksigen dan aktivitas mikroba didaerah perakaran sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dalam sistem produksi tersebut. Ini dibutuhkan pengelolaan daerah di sekitar akar yang mengalami banyak aktivitas biologis dan kimia dan pengelolaan rhizosfer (lapisan sel akar &amp; area di sekeliling akar) dan kondisi dalam larutan nutrisi sangat penting agar dapat menjaga kesehatan tanaman<\/p>\n<p><strong>Menjaga suhu optimal akar<\/strong><br \/>\nSelain faktor iklim mikro didalam greenhouse agar di kelola dengan baik sesuai pertumbuhan tanaman lettuce, kita juga harus mempertahankan suhu optimum akar agar dapat memiliki dampak yang lebih besar pada kesehatan dan produksi tanaman.<\/p>\n<p>Jika suhu yang lebih tinggi dalam zona akar maka tanaman akan kehilangan banyak energi, Suhu di zona akar terlalu tinggi mempengaruhi integritas membran sel akar. Sebuah gangguan dari membran sel mempengaruhi fungsi akar sehingga serapan hara kurang, dan ini akan mempengaruhi siklus tanaman dan hasil.<br \/>\nJika suhu dalam zone akar lebih rendah dari optimal, tanaman tumbuh lebih lambat karena metabolisme mereka lebih lambat. Apalagi, jika suhu sangat rendah sampai beku dan terjadi kristal es, ini akan mengakibatkan kebocoran sel dan gangguan sel. Saat ini pengalaman saya suhu larutan nutrisi memeiliki efek yang lebih besar daripada suhu udara, Tanaman Lettuce dengan suhu udara berkisar 15 \u00baC -31 \u00baC dan memiliki suhu didalam larutan nutrisi yang konsisten dari 22 \u00baC -24 \u00baC, menghasilkan produksi Lettuce yang sangat optimal, baik ukuran, berat dan kualitas produksinya.<br \/>\nPada suhu udara di greenhouse yang tinggi, seperti berkisar 33 \u00baC -36 \u00baC, bahkan seringkali ssampai dengan suhu 38 \u00baC, dan kita bisa mengeloa suhu didalam larutan nutrisi 23 \u00baC -25 \u00baC, tanaman Lettuce masih menghasilkan produksi Lettuce yang baik dan berkualitas.<\/p>\n<p><strong>Menjaga tingkat oksigen yang cukup<\/strong><br \/>\nOksigen dibutuhkan dan dijaga kestabilannya tidak hanya diruangan greenhouse, tetapi juga didalam larutan nutrusi hidroponik, sehingga sehingga respirasi dapat terjadi pada akar.<br \/>\nKetika kadar oksigen yang rendah di zona akar, akar tidak mengambil nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan. Kadar oksigen yang rendah menyebabkan peningkatan produksi etilen di akar. Jika ada tingkat etilen tinggi di akar maka akar mulai lebam dan mati. Semakin banyak oksigen hadir, semakin baik serapan hara dan lebih baik bagi sistem akar.<br \/>\nJika suhu zona akar adalah tinggi, maka tingkat oksigen akan turun Ini adalah alasan lain mengapa suhu di zona akar sangat penting. Tingkat oksigen yang optimal harus lebih besar atau sama dengan 6 bagian per juta oksigen terlarut di zona akar. Tanaman harus mampu mengelola 6-10 ppm tanpa masalah.<\/p>\n<p>Pada hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) biasanya tidak perlu melakukan jenis aerasi. Gerakan yang disebabkan oleh aliran air biasanya cukup untuk menjaga tingkat oksigen yang cukup tinggi dalam larutan.<br \/>\nSedangkan pada hidroponik yang menggunakan Floating Raft (rakit apung) biasanya menggabungkan beberapa jenis sistem untuk menghasilkan oksigen, baik design Styrofoam maupun design aliran suplay larutan nutrisi ke daerah perakaran. Salah itu adalah mengaerasi air di mana udara dipompa ke dalam air. Sebab di air tidak oksigen murni, tapi mengandung cukup oksigen untuk apa yang dibutuhkan dalam larutan hidroponik.<br \/>\nKegunaan mempertahankan tingkat oksigen adalah dapat mempengaruhi jumlah zoospore jamur pathogen (Phytophthora, Pythium, basicola Thielaviopsis dan Xanthomonas). Jika terdapat lebih banyak oksigen, maka zoospora tidak bertahan juga. Ketika ada kadar oksigen rendah tanaman yang tidak sehat dan lebih zoospora cenderung untuk bertahan hidup. Ini adalah salah satu alasan mengapa ada cenderung masalah penyakit lebih banyak terjadi selama musim panas daripada selama musim hujan atau musim dingin<\/p>\n<p>Selama kita menjaga parameter lain pada tingkat optimal, termasuk suhu akar, pH, nutrisi dan kadar oksigen,biasanya tidak masalah dengan penyakit. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang terjadi jika tanaman yang ditanam di substrat (media tanam). Mikroba membangun secara alami di dalam air seperti di substrat (media tanam).<\/p>\n<p>Saat ini pengalaman saya dengan tingat oksigen antara 7-9 mg\/L (Dissolved Oxygen Meter\/DO Meter) termasuk zone yang optimal untuk kosentrasi oksigen di daerah perakaran.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/lettuce_umur_5hst_edisugiyanto.jpg\" rel=\"attachment wp-att-155\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-155 alignleft\" src=\"http:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/lettuce_umur_5hst_edisugiyanto.jpg\" alt=\"lettuce_umur_5hst_edisugiyanto\" width=\"297\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/lettuce_umur_5hst_edisugiyanto.jpg 750w, https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/lettuce_umur_5hst_edisugiyanto-225x300.jpg 225w\" sizes=\"(max-width: 297px) 100vw, 297px\" \/><\/a><a href=\"http:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/lettuce2_umur_5hst_edisugiyanto.jpg\" rel=\"attachment wp-att-157\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-157\" src=\"http:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/lettuce2_umur_5hst_edisugiyanto.jpg\" alt=\"lettuce2_umur_5hst_edisugiyanto\" width=\"297\" height=\"396\" srcset=\"https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/lettuce2_umur_5hst_edisugiyanto.jpg 750w, https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/lettuce2_umur_5hst_edisugiyanto-225x300.jpg 225w\" sizes=\"(max-width: 297px) 100vw, 297px\" \/><\/a><\/p>\n<div style=\"padding-bottom:20px; padding-top:10px;\" class=\"hupso-share-buttons\"><!-- Hupso Share Buttons - https:\/\/www.hupso.com\/share\/ --><a class=\"hupso_toolbar\" href=\"https:\/\/www.hupso.com\/share\/\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/static.hupso.com\/share\/buttons\/share-small.png\" style=\"border:0px; padding-top: 5px; float:left;\" alt=\"Share Button\"\/><\/a><script type=\"text\/javascript\">var hupso_services_t=new Array(\"Twitter\",\"Facebook\",\"Google Plus\",\"Linkedin\",\"Email\",\"Print\");var hupso_background_t=\"#EAF4FF\";var hupso_border_t=\"#66CCFF\";var hupso_toolbar_size_t=\"small\";var hupso_image_folder_url = \"\";var hupso_url_t=\"\";var hupso_title_t=\"Managemen%20Zone%20akar%20Tanaman%20Hidroponik\";<\/script><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/static.hupso.com\/share\/js\/share_toolbar.js\"><\/script><!-- Hupso Share Buttons --><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mempertahankan suhu optimum, oksigen dan tingkat mikroba yang menguntungkan merupakan bagian integral budiadaya tanaman hidroponik. Pentingnya memberikan tingkat kepekatan nutrisi (EC) dan tingkat pH dalam system hidroponik, tetapi jangan mengabaikan menjaga tingkat suhu optimum, kebutuhan oksigen dan mikroba dalam larutan nutrisi. Karena pentingnya kebutuhan tersebut maka, suhu, tingkat oksigen dan aktivitas mikroba didaerah perakaran sangat<\/p>\n<div style=\"padding-bottom:20px; padding-top:10px;\" class=\"hupso-share-buttons\"><!-- Hupso Share Buttons - https:\/\/www.hupso.com\/share\/ --><a class=\"hupso_toolbar\" href=\"https:\/\/www.hupso.com\/share\/\"><img src=\"https:\/\/static.hupso.com\/share\/buttons\/share-small.png\" style=\"border:0px; padding-top: 5px; float:left;\" alt=\"Share Button\"\/><\/a><script type=\"text\/javascript\">var hupso_services_t=new Array(\"Twitter\",\"Facebook\",\"Google Plus\",\"Linkedin\",\"Email\",\"Print\");var hupso_background_t=\"#EAF4FF\";var hupso_border_t=\"#66CCFF\";var hupso_toolbar_size_t=\"small\";var hupso_image_folder_url = \"\";var hupso_url_t=\"\";var hupso_title_t=\"Managemen%20Zone%20akar%20Tanaman%20Hidroponik\";<\/script><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/static.hupso.com\/share\/js\/share_toolbar.js\"><\/script><!-- Hupso Share Buttons --><\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32,3,30,1],"tags":[38,37],"class_list":["post-125","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-climate-environmental-controls","category-commercial-greenhouse","category-substrates","category-technical-advise","tag-cara-menanam-hidroponik","tag-tanaman-hidroponik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=125"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":163,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125\/revisions\/163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}