{"id":169,"date":"2017-10-07T02:10:25","date_gmt":"2017-10-06T19:10:25","guid":{"rendered":"http:\/\/www.hidroponik.net\/?p=169"},"modified":"2024-05-21T22:28:47","modified_gmt":"2024-05-21T15:28:47","slug":"tantangan-edi-membudidayakan-hidroponik-di-bahrain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/2017\/10\/07\/tantangan-edi-membudidayakan-hidroponik-di-bahrain\/","title":{"rendered":"Tantangan  Membudidayakan Hidroponik di Bahrain"},"content":{"rendered":"<div class=\"post-meta\">\n<div class=\"category-title\">Majalah SWA Profile Entrepreneur<\/div>\n<p><span class=\"meta-author\">by <a href=\"http:\/\/swa.co.id\/author\/tiffany\"> Tiffany Diahnisa <\/a> &#8211; <\/span> <span class=\"meta-date\">August 19, 2016<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"post-meta\"><\/div>\n<div class=\"post-meta\">\n<p>Memberi sumbangsih untuk Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai cara. Saya, ini sudah membuktikannya. Langkah ini dimulai \u00a0tahun 2012, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk bergabung dengan salah satu proyek pertanian hidroponik di kawasan Timur Tengah, khususnya hidroponik sayuran dengan teknologi <em>greenhouse<\/em> dan perangkatnya.<\/p>\n<p>Sejak 16 tahun yang lalu, ia berkomunikasi dengan beberapa <em>grower<\/em> yang secara komersial menggunakan <em>greenhouse<\/em> sebagai bagian dari produksi sayuran dengan sistem hidroponik. \u201cGrower\u201d adalah nama populer di sebagian pelaku hortikultura di luar negeri. Istilah<em> grower<\/em> sebenarnya sama saja dengan petani di Indonesia. Akan tetapi, <em>grower<\/em> lebih pada kemampuan personal, baik teknologi maupun dalam mengelola usaha pertanian yang dimiliki.<\/p>\n<\/div>\n<p>Pilihan pun jatuh pada negara Bahrain. Menurutnya, para <em>grower<\/em> dan pengembang teknologi hidroponik dan <em>greenhouse<\/em> sudah sejak lama berlomba-lomba menawarkan dan menerapkan teknologi ini ke kawasan Timur Tengah, sebagai alternatif \u201cfood security\u201d yang memang sedang gencar dilaksanakan oleh negara-negara kawasan Timur Tengah.<\/p>\n<p>\u201cSebagian besar lebih melihat teknologi dari Eropa dan Australia, sehingga pertumbuhan produksi pertanian sistem hidroponik terus berkembang. Sejak 10 tahun terakhir berdiri perusahaan pertanian berbasis teknologi tersebut hampir di setiap kawasan jazirah ini,\u201d<\/p>\n<p>Lantas, apa tantangan yang dihadapi untuk mengembangkan hidroponik di negara yang terkenal dengan suhu panasnya tersebut? Musim panas dan badai pasir di negara tersebut dapat mencapai 40-50 derajat celcius, terutama daerah kawasan pertanian padang pasir. Hampir sebagian besar saat musim panas antara bulan Juni sampai dengan September, petani lebih baik memilih berhenti menanam. Hal ini juga terjadi di pertanian hidroponik. Mereka kesulitan mengatur suhu setinggi itu. Tidak hanya suhu yang sangat tinggi, tetapi kelembaban saat musim panas pun bisa mencapa 95%, dan seringnya badai pasir yang melanda kawasan timur tengah.<\/p>\n<p>\u201cUntuk itu, yang utama adalah bagaimana mendesain dan membangun sistem hidroponik dan <em>greenhouse<\/em> yang sesuai dengan kebutuhan budidaya tanaman yang telah ditentukan di lokasi tersebut. Dengan kondisi iklim di Bahrain, bukan perkara mudah untuk memproduksi sayuran, 6 jenis lettuce, tomat cherry, tomat beef, paprika, herbs, iceberg dan strawberry. Kenapa sayuran jenis ini? sebab sayuran inilah yang mempunyai nilai ekonomis tinggi berdasarkan market di Timur Tengah, khususnya Bahrain,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, dari produksi sayuran hidroponik seperti Lettuce, dari 45 kg\/m2\/tahun menjadi rata-rata produksi lettuce 60 kg\/m2\/tahun. Kemudian sejak Desember 2012, produksi tomat cherry 20 kg\/m2\/tahun, saat ini meningkat menjadi 48 kg\/m2\/tahun. Saya menargetkan minimal menjadi 55 kg\/m2\/tahun. Hasil produksi dipasarkan di semua supermarket di Bahrain dan diekspor ke Arab Saudi.<\/p>\n<p>Untuk bisa mencapai itu, teknologi hidroponik harus menganut <em>Greenhouse Crop Production System<\/em>, melalui <em>technical success (engineering, science <\/em>dan<em> commercial grower), production success<\/em> (pengalaman, edukasi kepada pekerja), dan <em>economic success<\/em> (model bisnis, <em>financial, marketing &amp; sales<\/em>). Sistem ini sudah ada sejak 100 tahun yang lalu.<\/p>\n<p>\u201cKami sedang mengembangkan sistem\u00a0aeroponik modern dan hidroponik dalam ruangan menggunakan teknologi LED,\u201d kata pria yang berprofesi sebagai Hydroponics Commercial Growers &amp; Greenhouse Vegetable Consultancy. Tidak hanya itu, adanya hidroponik ini dapat menjadi salah satu potensi wisata yaitu studi banding dari pelajar dan kelompok masyarakat tertentu. Nantinya ia ingin pertanian hidroponik buka semata-mata produksi dan menjual, tetapi harus dikemas dalam standar industri.<\/p>\n<p>Sebagai penutup, ia memberikan pendapat mengenai pertanian hidroponik di Indonesia. Menurutnya dibanding 20 tahun lalu, Indonesia sudah lebih baik. Hal ini pun didukung dengan kemajuan teknologi informasi yang semakin memudahkan mencari informasi mengenai hidroponik.\u201cJika dibandingkan negara lain, Indonesia masih belum bisa memanfaatkan teknologi pendukung hidroponik dengan baik. Padahal jika bisa mengelola dan memanfaatkannya, akan sangat tinggi kualitas dan jumlah produksi. Ke depan, peran petani hidroponik di Indonesia, akan lebih baik jika sebagian besar produksi bisa diekspor, sebab peluang tersebut sangat besar. Hidroponik itu, masa depan <em>any plant, anywhere and \u00a0anytime<\/em>,\u201d jelasnya. (EVA)<\/p>\n<p>Sumber berita : http:\/\/swa.co.id<\/p>\n<div style=\"padding-bottom:20px; padding-top:10px;\" class=\"hupso-share-buttons\"><!-- Hupso Share Buttons - https:\/\/www.hupso.com\/share\/ --><a class=\"hupso_toolbar\" href=\"https:\/\/www.hupso.com\/share\/\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/static.hupso.com\/share\/buttons\/share-small.png\" style=\"border:0px; padding-top: 5px; float:left;\" alt=\"Share Button\"\/><\/a><script type=\"text\/javascript\">var hupso_services_t=new Array(\"Twitter\",\"Facebook\",\"Google Plus\",\"Linkedin\",\"Email\",\"Print\");var hupso_background_t=\"#EAF4FF\";var hupso_border_t=\"#66CCFF\";var hupso_toolbar_size_t=\"small\";var hupso_image_folder_url = \"\";var hupso_url_t=\"\";var hupso_title_t=\"Tantangan%20%20Membudidayakan%20Hidroponik%20di%20Bahrain\";<\/script><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/static.hupso.com\/share\/js\/share_toolbar.js\"><\/script><!-- Hupso Share Buttons --><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalah SWA Profile Entrepreneur by Tiffany Diahnisa &#8211; August 19, 2016 Memberi sumbangsih untuk Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai cara. Saya, ini sudah membuktikannya. Langkah ini dimulai \u00a0tahun 2012, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk bergabung dengan salah satu proyek pertanian hidroponik di kawasan Timur Tengah, khususnya hidroponik sayuran dengan teknologi greenhouse dan perangkatnya. Sejak 16<\/p>\n<div style=\"padding-bottom:20px; padding-top:10px;\" class=\"hupso-share-buttons\"><!-- Hupso Share Buttons - https:\/\/www.hupso.com\/share\/ --><a class=\"hupso_toolbar\" href=\"https:\/\/www.hupso.com\/share\/\"><img src=\"https:\/\/static.hupso.com\/share\/buttons\/share-small.png\" style=\"border:0px; padding-top: 5px; float:left;\" alt=\"Share Button\"\/><\/a><script type=\"text\/javascript\">var hupso_services_t=new Array(\"Twitter\",\"Facebook\",\"Google Plus\",\"Linkedin\",\"Email\",\"Print\");var hupso_background_t=\"#EAF4FF\";var hupso_border_t=\"#66CCFF\";var hupso_toolbar_size_t=\"small\";var hupso_image_folder_url = \"\";var hupso_url_t=\"\";var hupso_title_t=\"Tantangan%20%20Membudidayakan%20Hidroponik%20di%20Bahrain\";<\/script><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/static.hupso.com\/share\/js\/share_toolbar.js\"><\/script><!-- Hupso Share Buttons --><\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":170,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,21],"tags":[40,38,39,41],"class_list":["post-169","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-commercial-greenhouse","category-global-entrepreneurship","tag-ahli-hidroponik","tag-cara-menanam-hidroponik","tag-hidroponik-indonesia","tag-pertanian-hidroponik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":291,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169\/revisions\/291"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}