{"id":238,"date":"2020-03-09T16:35:10","date_gmt":"2020-03-09T09:35:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hidroponik.net\/?p=238"},"modified":"2024-09-27T17:28:23","modified_gmt":"2024-09-27T10:28:23","slug":"vertical-farming-mau-tanam-sayuran-di-dalam-ruangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/2020\/03\/09\/vertical-farming-mau-tanam-sayuran-di-dalam-ruangan\/","title":{"rendered":"Vertical Farming, Mau tanam sayuran di dalam ruangan ?"},"content":{"rendered":"\n<p>Kenapa tidak, ini yang mesti kalian ketahui mengenai pemilihan lampu untuk pertumbuhan tanaman,  Lampu, LED untuk Vertical Farming, Indoor Growing Hidroponik<\/p>\n\n\n\n<p>Lumen dan\nLux<\/p>\n\n\n\n<p>Kebanyakan\npemula indoor growing mencari informasi mengenai cahaya dalam ukuran Lumen dan\nLux (tidak menginformasikan kebutuhan untuk tanaman) dan Spectrum, PAR, Photon,\nmicromoles (ini sangat membantu kebutuhan untuk tanaman).<\/p>\n\n\n\n<p>Lumens<\/p>\n\n\n\n<p>Lumens mengukur intensitas cahaya. Satu lumen sama dengan satu lilin. Ini\nsangat sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, lumens hanya berhubungan dengan sensitivitas mata manusia &#8211; lumens tidak memberi\ntahu apa pun tentang lampu yang\ndi butuhkan untuk pertumbuhan tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Lumens bagus untuk memberi tahu&nbsp; seberapa baik lampu membiarkan mata &nbsp;melihat dalam gelap, dan hanya itu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ingat: Lumens untuk manusia, PAR untuk tanaman.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Lux<\/p>\n\n\n\n<p>Lux memberi tahu kita\nberapa banyak lumen jatuh pada\nsetiap meter persegi permukaan tanam. Jadi, missal penerangan\n50.000 lux adalah 50.000 lumens yang mengena atau jatuh pada setiap meter persegi<\/p>\n\n\n\n<p>Pengukuran Lux\nmemberi tahu seberapa kuat lampu yang kita perlukan, ini akan membantu untuk\nmenetapkan seberapa jauh untuk memasang lampu dari tanaman (jarak pemasangan\nketinggian lampu dari permukaan tanaman)<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, lux masih tidak akan memberi tahu Anda seberapa berguna cahaya tumbuh bagi tanaman Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>jarak lampu terlalu tinggi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Cahaya melebar dan cahaya banyak hilang ke dinding<\/li><li>Intensitas cahaya menjadi rendah, karena cahaya banyak yang melebar<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Jarak lampu terlalu rendah<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Cahaya terlalu sempit, tidak bisa menutupi permukaan seluruh tanaman<\/li><li>Intensitas cahaya terlalu tinggi untuk yang diperlukan tanaman, <\/li><li>Menyebabkan suhu di sekitar tanaman menjadi naik.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">&nbsp;<\/pre>\n\n\n\n<p>Spektrum<\/p>\n\n\n\n<p>Pernah melihat pelangi ?. Jelas terlihat\nbahwa sinar matahari terdiri dari berbagai warna &#8211; alias panjang gelombang.\nPanjang gelombang cahaya diukur dalam nanometer (nm).<\/p>\n\n\n\n<p>Manusia peka terhadap panjang gelombang 500nm &#8211; 600nm.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tanaman peka terhadap panjang gelombang 400nm &#8211; 700nm (area PAR)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Spektrum-1024x437.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-239\" width=\"561\" height=\"239\" srcset=\"https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Spektrum-1024x437.jpg 1024w, https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Spektrum-300x128.jpg 300w, https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Spektrum-768x328.jpg 768w, https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Spektrum.jpg 1171w\" sizes=\"(max-width: 561px) 100vw, 561px\" \/><figcaption> Gambar 1. Pengukuran Spektrum Sinar Matahari (Nop, 2019) <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/spektrum_lettuce_herbs1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-240\" width=\"571\" height=\"364\" srcset=\"https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/spektrum_lettuce_herbs1.jpg 838w, https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/spektrum_lettuce_herbs1-300x192.jpg 300w, https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/spektrum_lettuce_herbs1-768x491.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 571px) 100vw, 571px\" \/><figcaption> Gambar 2. Pengukuran Spektrum LED untuk indoor farming micro green, lettuce (Feb, 2020) <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/spektrum_lettuce_herbs.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-241\" width=\"556\" height=\"350\" srcset=\"https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/spektrum_lettuce_herbs.jpg 837w, https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/spektrum_lettuce_herbs-300x189.jpg 300w, https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/spektrum_lettuce_herbs-768x484.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 556px) 100vw, 556px\" \/><figcaption> Gambar 3. Pengukuran Spektrum LED untuk indoor farming lettuce (Okt, 2019) <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>PAR (400nm &#8211; 700nm)<\/p>\n\n\n\n<p>Tanaman sensitif terhadap\npanjang gelombang 400nm &#8211; 700nm.<\/p>\n\n\n\n<p>Panjang gelombang cahaya\nini sering digambarkan sebagai area PAR (<em>Photosynthetically\nActive Radiation<\/em>)<\/p>\n\n\n\n<p>Secara khusus, tanaman\nmerespons dengan baik terhadap:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Cahaya biru<\/strong> (sekitar 400nm-460nm)\nMendorong pertumbuhan vegetatif, pertumbuhan akar yang kuat, dan fotosintesis\nyang intens.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Cahay<\/strong><strong> merah<\/strong> (sekitar 580nm-700nm) Penting untuk fotosintesis,\npertumbuhan batang, berbunga, produksi buah, dan produksi klorofil.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Photons\ndan Micromoles<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Saran saya Jangan menggunakan lumens dan lux untuk indoor growing, sebaiknya\ntahu banyak tentang\n&nbsp;jumlah foton dan mikromol di area PAR.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan bingung ?<\/p>\n\n\n\n<p>Apa yang perlu diketahui tentang <strong>Photon<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Foton adalah\npartikel cahaya. Ada dua jenis foton:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Photon biru<\/strong>: memiliki panjang gelombang pendek\n<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Photon merah<\/strong>: memiliki panjang gelombang yang panjang<\/p>\n\n\n\n<p>Diperlukan 8 &#8211; 10 Photon untuk mengikat 1 molekul CO2 untuk fotosintesis.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingat, cahaya merah\nmenghasilkan lebih banyak photon daripada cahaya biru. Ini berarti lebih baik untuk fotosintesis.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Micromoles (\u00b5mol)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Photon dihitung dalam mikromol (\u00b5mol). Satu \u00b5mol adalah 602 <strong>quadrillion&nbsp;photons<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ingat, setiap photon adalah partikel cahaya dari\nrentang PAR. Ini berarti (<strong><em>plant usable) <\/em><\/strong>cahaya yang bisa digunakan untuk menanam.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya mencatatnya begini, kita harus tahu bahwa\ndengan mikromol (\u00b5mol)\ndan photon, hanya photon dari <strong>rentang PAR<\/strong> yang dihitung.<\/p>\n\n\n\n<p>Photon dari panjang gelombang lebih rendah dari 400nm (misalnya UV-A &amp; UV-B),\ndan lebih tinggi dari 700nm (misalnya infrared &amp; far red) tidak dihitung.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi ingat, panjang gelombang di luar kisaran PAR telah terbukti\nmemainkan peran kunci dalam kesehatan tanaman.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Mengukur <\/strong><strong>ph<\/strong><strong>oton dan Micromoles\n(\u00b5mol)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat menghitung jumlah photon dengan alat ukur seperti kuantum dll. Alat ini akan memberi informasi berapa banyak photon yang dipancarkan dari lampu per detik. Ini dikenal sebagai <strong>photosynthetic photon flux (PPF) <\/strong>dan diukur dalam mikromol (\u00b5mol\/s)<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quantum1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-287\" width=\"306\" height=\"220\" srcset=\"https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quantum1.jpg 749w, https:\/\/www.hidroponik.net\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/quantum1-300x217.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 306px) 100vw, 306px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Catatan\npentingnya adalah, dalam menentukan cahaya lampu (LED, grow light) untuk\ntanaman indoor growing atau vertical farms hydroponics, antara lain :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Spektrum LED, ada perberbeda spectrum untuk\nsayuran daun, sayuran buah, herbs dan buah.<\/li><li>Lux, untuk membantu seberapa jauh\ndekat antara LED dengan permukaan tanaman<\/li><li>Micromoles (\u00b5mol),\nmembantu jumlah photon untuk kebutuhan tanaman dalam PPF (<strong>photosynthetic\nphoton flux (PPF)<\/strong>,\nsehingga kita bisa menentukan berapa lama (jam\/hari) LED harus ON untuk\nmenyinari tanaman.<\/li><li>Watt dan Voltase, membantu menghitung\nkebutuhan listrik agar efesien dan konsisten.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>#verticalindoorfarming<\/p>\n\n\n\n<p>#verticalfarmingIndonesia<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n<div style=\"padding-bottom:20px; padding-top:10px;\" class=\"hupso-share-buttons\"><!-- Hupso Share Buttons - https:\/\/www.hupso.com\/share\/ --><a class=\"hupso_toolbar\" href=\"https:\/\/www.hupso.com\/share\/\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/static.hupso.com\/share\/buttons\/share-small.png\" style=\"border:0px; padding-top: 5px; float:left;\" alt=\"Share Button\"\/><\/a><script type=\"text\/javascript\">var hupso_services_t=new Array(\"Twitter\",\"Facebook\",\"Google Plus\",\"Linkedin\",\"Email\",\"Print\");var hupso_background_t=\"#EAF4FF\";var hupso_border_t=\"#66CCFF\";var hupso_toolbar_size_t=\"small\";var hupso_image_folder_url = \"\";var hupso_url_t=\"\";var hupso_title_t=\"Vertical%20Farming%2C%20Mau%20tanam%20sayuran%20di%20dalam%20ruangan%20%3F\";<\/script><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/static.hupso.com\/share\/js\/share_toolbar.js\"><\/script><!-- Hupso Share Buttons --><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenapa tidak, ini yang mesti kalian ketahui mengenai pemilihan lampu untuk pertumbuhan tanaman, Lampu, LED untuk Vertical Farming, Indoor Growing Hidroponik Lumen dan Lux Kebanyakan pemula indoor growing mencari informasi mengenai cahaya dalam ukuran Lumen dan Lux (tidak menginformasikan kebutuhan untuk tanaman) dan Spectrum, PAR, Photon, micromoles (ini sangat membantu kebutuhan untuk tanaman). Lumens Lumens<\/p>\n<div style=\"padding-bottom:20px; padding-top:10px;\" class=\"hupso-share-buttons\"><!-- Hupso Share Buttons - https:\/\/www.hupso.com\/share\/ --><a class=\"hupso_toolbar\" href=\"https:\/\/www.hupso.com\/share\/\"><img src=\"https:\/\/static.hupso.com\/share\/buttons\/share-small.png\" style=\"border:0px; padding-top: 5px; float:left;\" alt=\"Share Button\"\/><\/a><script type=\"text\/javascript\">var hupso_services_t=new Array(\"Twitter\",\"Facebook\",\"Google Plus\",\"Linkedin\",\"Email\",\"Print\");var hupso_background_t=\"#EAF4FF\";var hupso_border_t=\"#66CCFF\";var hupso_toolbar_size_t=\"small\";var hupso_image_folder_url = \"\";var hupso_url_t=\"\";var hupso_title_t=\"Vertical%20Farming%2C%20Mau%20tanam%20sayuran%20di%20dalam%20ruangan%20%3F\";<\/script><script type=\"text\/javascript\" src=\"https:\/\/static.hupso.com\/share\/js\/share_toolbar.js\"><\/script><!-- Hupso Share Buttons --><\/div>","protected":false},"author":1,"featured_media":295,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32,22,21,45],"tags":[],"class_list":["post-238","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-environmental-controls","category-energy","category-global-entrepreneurship","category-global-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/238"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=238"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/238\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":288,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/238\/revisions\/288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/295"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hidroponik.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}